Chatting di mIRC

 10 Apr 2012

Sejak pacaran dengan cewek cantik yang gw kenal di food court, gw ga pernah lagi mengundang cewek lain menonton film di kost. Kemana-mana selalu sama dia (kecuali ke kantor dan ke toilet); dunia bagaikan milik berdua (hayah). Harap maklum, kami sama-sama tinggal di Kebon Jeruk—kontrakan dia tinggal lompat dari kosan gw.

Satu-satunya perbedaan kami adalah, dia outgoing person sedangkan gw orang rumahan. "Orang rumahan" maksudnya gw lebih suka menghabiskan waktu di kost ketimbang menghabiskan uang diluar :P Misalnya dalam percakapan ini:

Cewek gw: Besok kita ke Mal Puri, yuk!
Gw: Buat apa, sayang? (ceritanya udah sayang-sayangan)
Cewek gw: Jalan-jalan berdua dong.
Gw: Kenapa ga main ke kosku aja?
Cewek gw: Habis tiap main ke kosmu, lampunya kamu matiin.
Gw: Kan save the earth, sayang. Aku kan peduli lingkungan.
Cewek gw: Tapi tangan kamu nakal.
Gw: Kan nakalnya sama kamu aja, sayang…

MesumMain ke kosanku, yuk… Kan ramah lingkungan…

Anyway, sebelum ada yang muntah, percakapan gw potong disini. Seperti tipikal cerita pacaran, ceritanya seru kalau dialami sendiri, tapi garing kalau diceritain. Jadi sekarang gw akan cerita yang lain: Pengalaman main ke kost cewek! Mari kita flashback beberapa tahun, ke masa gw kuliah…

Apa yang biasa dilakukan cowok single yang waktu luangnya lebih banyak dari uangnya di dompet? Chatting! Murah meriah, bisa ngaku-ngaku tajir/ganteng/baik hati dan tidak sombong tanpa ada yang protes, bisa flirting dan dirty talk tanpa takut dilabeli Penjahat Kelamin (because everyone's doing that!), dan best of all: bisa ketemu cewek beneran (kalau beruntung) yang cantik (kalau sangat beruntung) tanpa perlu mandi dan beranjak dari kursi!

Seperti biasa, gw membuka program favorit gw: mIRC! Untuk yang terlalu muda untuk tahu mIRC, itu adalah program komputer yang lebih adiktif dari ganja dan Angry Birds. Itu adalah gerbang menuju surga dunia dengan tarif Rp 3.000/jam, tergantung warnet dan happy hour. Mirip dengan BlackBerry Messenger (BBM), mIRC memungkinkan kamu chatting dengan siapapun yang menggunakan layanan serupa. Namun berbeda dengan BBM, kamu ga harus add seseorang untuk chatting dengan dia. Bayangkan pasar pagi, tapi online.

Untuk menggunakan mIRC, kamu harus memasukkan nickname (nama panggilan). Kamu bisa menggunakan nama apa saja, termasuk nama aslimu (tidak disarankan untuk alasan privasi). Seperti biasa, gw menggunakan nickname yang merefleksikan diri gw: cogan_single_jkt (untuk yang ga ngerti, cogan = cowok ganteng). Kadang, kalau nickname itu diambil orang, gw menggunakan nickname cogan_baik_tajircogan_horny_alone, dsb, yang penting ada "cogan"-nya.

Chatting mIRCAku ganteng, tajir dan atletis…

Anyway, setelah masuk ke mIRC, langsung gw buka channel favorit gw: #bawel. Ga lama kemudian, masuk private message dari seseorang dengan nickname ce_kost_grogol. Mulailah terjadi percakapan yang mengubah sejarah dunia…

Gw lanjut besok :)



Suka ceritanya? Jangan lupa Like-nya :)