Panda lebih lucu dari monyet

 15 Mar 2012

Hai. Namaku Amanda Ferischa (cukup dua kata itu aja ya, the rest of it will be my family name) bisa dipanggil… Oh well, apa aja. Sepanjang masih berhubungan dengan nama aku sih ya sah-sah aja, tapi jangan harap aku bakalan noleh kalau dipanggil dengan "Hey, MONYET!" karena jelas aku bukan penggemar teori evolusi Darwin. Disamain sama kayak simpanse?!? Mending juga sodaraan sama panda. At least, panda jauh lebih lucu.

PandaPanda jauh lebih lucu dari monyet, menurut Amanda.

Ah sudahlah. Teori evolusi bukan bidangku. This time, I write my blog post di Neytap. Kalau masih ada yang tanya Neytap itu apa… Tanyalah Thomas; dia yang bikin. Aku sih ngetik doangan kali ya. BTW ngomong pakai aku-aku begini kok jadinya kalau dibaca kayak gaya ngomong mas Anang?! Back to this Neytap thing. I help Thomas to write (submit tulisan ini dari… Memopad BlackBerry) and helping him to promote his Neytap stuff. Otakku kayaknya udah kelamaan ngga dipake mikir dan berakibat pada ingatan jangka pendekku.

[Thomas disini! Gw minta tolong Amanda menulis disini untuk menetralkan blog ini supaya ga terkesan terlalu, well, vulgar.]

Kalau selama ini Thomas bercerita tentang kos-kosan (which I never experienced before) yang pernah dia tinggalin di seputar Jakarta itu, well… Aku belum pernah ngekos. Seumur hidup yang namanya ngekos itu ngga pernah masuk ke kosakata dalam kehidupan aku sehari-hari. Kecuali dua abang aku, yah. Aku dari dulu sih nempelnya sama Papa.

Tapi, biarpun ngga pernah ngekos… Wait. Dulu aku sama Mama pernah tinggal di rumah tante aku, for awhile. Itu dihitung ngekos ngga sih? Since we're not pay for anything in that house… Masuk definisi ngekos ngga tuh?

Berhubung ngetik dari Memopad BlackBerry, aku capexxx pakai x. Ntar lanjut lagi yaaa kisses and hugs! Ciao xo you dada bubye!

 



Suka ceritanya? Jangan lupa Like-nya :)